Laporan Kades Tohe pada Kegiatan Pengresmian Desa Tohe sebagai Desa STBM

Beisarinlo’o_TOHE.DESA.ID. Penjabat Kepala Desa Tohe – Cyprianus Mau pada kegiatan Pengresmian Desa Tohe sebagai Desa Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) bersama Desa Maumutin dan Desa Asumanu sebagai Desa Open Defecation Free (ODF) menyampaikan laporannya secara langsung kepada Wakil Bupati Belu di Beisarinlo’o Desa Tohe, Kecamatan Raihat pada Jumat (30/07).

Turut hadir dalam kegiatan Kepala Bagian Protokol Setda Belu, Ketua Pokja AMPL/STBM Kab. Belu, Camat Raihat, Kapolsek Raihat, Danramil 1605-08 Haekesak, Pastor Paroki St. Aloysius Gonzaga Haekesak, Kepala TU Puskesmas Haekesak, Ketua TP.PKK Kec. Raihat, Kepala Desa se-Kecamatan Raihat, BPD Tohe, Kadus, RT/RW, Tokoh Masyarakat dan utusan masyarkat. Berikut laporan Pj. Kades Tohe:

Assalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakattuh

Salam Sejahtera bagi kita semua

Shalom

Om Swastyastu

Nammo Buddhaya

Salam Kebajikan

Tabe
Yang Terhormat Bapak Wakil Bupati Belu

Yang saya Hormati:

Kepala Bagian Protokol Setda Kab. Belu, Ketua Pokja AMPL/STBM Kab. Belu, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas PMD, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala BP4D Kab. Belu, Camat Raihat, Danramil 1605-08 Haekesak, para Kepala Desa se-Kecamatan Raihat, para Kepala Sekolah (SD, SMP, SMK dan SMAK), singkatnya Hadirin yang saya hormati.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, marilah kita awali acara ini dengan memanjatkan piji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas limpahan berkat dan anugerahNya sehingga kita sekalian dapat bertemu di tempat ini dalam keadaan sehat dan selamat untuk mengikuti kegiatan pengresmian Desa Tohe sebagai Desa STBM dan Desa Asumanu dan Desa Maumutin sebagai Desa Open Defecation (ODF).

Bapak Wakil Bupati Bersama Rombongan yang saya hormati, mewakili seluruh masyarakat Desa Tohe saya mengucapkan selamat datang di Desa Tohe sebagai Desa Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Desa Tohe terdiri dari 7 Dusun dengan jumlah KK sebanyak 1.309, jumlah jiwa 5.174 Jiwa, Laki-laki 2.622 jiwa dan Perempuan 2.552 Jiwa.

Dapat saya sampaikan terkait kegiatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat yang dilaksanakan hingga deklarasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sebagai berikut; Pembangunan kesehatan adalah salah satu bagian dari pembangunan nasional agar tercapainya kemauan, kesadaran dan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk Indonesia agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Perioritas pembangunan kesehatan saat ini adalah penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi, perbaikan gizi, pengendalian penyakit menular dan pengendalian penyakit tidak menular, serta pencegahan Covid-19 yang sedang melanda dunia internasional terutama di negeri tercinta Indonesia khususnya di Rai Belu ini.

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan pendekatan untuk merubah perilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode Pemicuan, sehingga akses masyarakat terhadap sanitasi yang layak merupakan target nasional dalam menurunkan penyakit yang berbasis lingkungan. Data hasil Susenas 2013 menunjukkan baru sekitar 59,71% penduduk Indonesia yang memiliki akses sanitasi layak, sedangkan khusus untuk desa Tohe kepemilikan akses sanitasi yang layak sebesar 90,25% dari total jumlah KK sebanyak 1.309. 

Dapat saya gambarkan kegiatan terkait pelaksanaan STBM dalam merubah Perilaku masyarakat untuk Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kami lakukan dengan berbagai macam cara agar masyarakat Desa Tohe sadar untuk dapat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat melalui 5 pilar STBM antara lain:
  1. Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS)
  2. Cuci tangan pakai sabun di air yang mengalir
  3. Pengelolaan makanan dan minuman yang aman
  4. Pengelolaan sampah rumah tangga
  5. Pengelolaan limbah cair rumah tangga.
Proses pelaksanaan STBM di Desa Tohe dimulai dari Tahun 2018, diawali dengan sosialisasi tentang 5 Pilar STBM dan di saat yang sama juga diikuti dengan pembentukan TIm STBM Desa. Pada Bulan Oktober 2019 dilaksanakan pemicuan terkait 5 Pilar STBM pada dusun di wilayah Desa Tohe.

Kegiatan Pemicuan dilaksanakan oleh petugas dari puskesmas Haekesak (Sanitarian, Petugas Promosi Kesehatan dan Bidan Desa) bersama dengan Tim STBM Desa, Tim STBM Kecamatan, TP.PKK Desa, TP.PKK Kecamatan dan Yayasan Pijar Timur Indonesia. Kegiatan pemicuan ini tidak terlepas dari dukungan Dinas Kesehatan Kabupaten Belu untuk mengetahui tingkat perubahan perilaku di masyarakat dilaksanakan pendataan tentang 5 Pilar STBM yang dilakukan oleh Tim STBM Desa. Kegiatan pendataan ini dilaksanakan pada Bulan Februari 2020 (dari rumah ke rumah).

Seterlah selesai pendataan dilaksanakan evaluasi bersama tentang hasil pendataan 5 Pilar STBM tersebut. Pertemuan Evaluasi ini dihadiri oleh Tim STBM Desa, Tim STBM Kecamatan, Kepala Puskesmas, Petugas Sanitarian, Petugas Promosi Kesehatan, Bidan Desa dan Yayasan Pijar Timur Indonesia. Dilanjutkan dengan monitoring tentang 5 pilar STBM yang dilaksanakan oleh TIM STBM Desa, Tim STBM Kecamatan, TP.PKK Desa, TP.PKK Kecamatan dan dari Puskesmas Haekesak yaitu Kepala Puskesmas, Sanitarian, Promkes dan Bidan Desa dan Yayasan Pijar Timur.

Untuk pemicuan dilaksanakan secara berulang-ulang oleh Tim STBM Desa dan Kecamatan, Puskesmas dan Yayasan Pijar Timur Indonesia untuk dapat merubah perilaku masyarakat Desa Tohe di 7 Dusun tersebut. Kegiatan Pemicuan yang dilaksanakan secara terus menerus akhirnya masyarakat Desa Tohe di 7 Dusun sadar untuk melaksanakan 5 Pilar STBM.

Sebagai langkah terakhir dilaksanakan verifikasi desa Sanitasi Total Berbasis Masyarakat yang dilaksanakan pada bulan Juni 2021 dilaksanakan oleh Tim Pokja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) Kabupaten Belu. Hasil Rekapan dari Tim Verifikasi dapat dinyatakan bahwa Desa Tohe layak dinyatakan sebagai Desa Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Semua ini tidak terlepas dari dukungan petugas dari Puskesmas Haekesak, Dinas Kesehatan Kabupaten, Tim STBM Desa, Tim STBM Kecamatan dan Yayasan Plan Internasional Indonesia/ Pijar Timur Indonesia dan semua Elemen yang ada dengan cara sendiri-sendiri dalam mensukseskan program STBM di Desa Tohe.

Pada kesempatan ini juga kami patut bersyukur dan berterima kasih pada Yayasan Plan Internasional Indonesia (YPII) dengan Mitra kerja Yayasan Pijar Timor Indonesia yang sudah bersama-sama dengan kita dalam merubah perilaku masyarakat di Desa Tohe, Desa Maumutin dan Desa Asumanu sehingga masyarakat sadar dalam melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Pada akhirnya dengan rendah hati saya bersama seluruh masyarakat Desa Tohe, Maumutin dan Desa Asumanu. Mohon kepada Bapak Wakil Bupati agar dapat meresmikan Desa Tohe Sebagai Desa STBM dan Desa Maumutin dan Asumanu sebaga Desa Open Defecation Free (ODF). Sekian dan Terima Kasih.

Assalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakattuh

Salam Sejahtera bagi kita semua

Shalom

Om Swastyastu

Nammo Buddhaya

Salam Kebajikan

Tabe

                                                               ttd
                                                           Pj. Kades Tohe

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan