Peserta Terbatas, Kecamatan Raihat Tetap Melaksanakan Upacara HUT-RI ke 75

Foto: Evo/ Pengibaran Bendera Peringati HUTRI ke 75 tanpa Pasukan

Wemori_TOHE.DESA.ID. Upacara memperingati HUT RI yang ke 75 pada tahun ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Perbedaan  ini sangat dirasakan oleh seluruh masyarakat karena adanya pandemi Covid-19. Camat Raihat – Arther H. Rinmalae, Sp bersama-sama dengan jajaran Tripika, para Kepala Desa dan Instansi/lembaga yang ada di wilayah kecamatan Raihat tetap melakukan kegiatan upacara  memperingatit HUT ke – 75 di Lapangan Umum Wemori Desa Tohe Kecamatan Raihat, Senin (17/08) tepat pukul 09.00 WITA.

Foto: Evo/Pembacaan Sambutan oleh Inspektur Upacara (Arther H. Rinmalae, Sp-Camat Raihat)

Meski berada di wilayah dengan status aman/zona hijau, peserta upacara dibatasi  dan tetap mematuhi protokol kesehatan.  Seluruh peserta upacara diwajibkan menggunakan masker. Kegiatan inipun dilaksanakan dengan penuh khidmad, aman dan lancar. Masyarakat dan peserta didik dari berbagai sekolah sama sekali tidak diikutertakan. Peserta yang terlibat terbatas dengan jumlahnya dibawah 100 orang masing-masing TNI 15 orang, POLRI 9 orang, Veteran 16 orang, Korpri 8 orang, unsur tripika, Kepala Desa 4 orang, serta undangan dan partisipan.  Susunan pelaksanaan upacara secara normal tidak dilakukan sepenuhnya dengan petugas yang terbatas juga.  Penggerek bendera hanya 3 orang tanpa paskibra dan nyanyian Lagu Indonesia raya karena diganti dengan musik instrumen.

Inspektur upacara Camat Raihat membacakan sambutan Bupati Belu yang mana pada sambutan tersebut tertuang fokus pembangunan pemerintah saat ini yaitu pada sektor Pariwisata dan Kebudayaan, hal ini didukung dengan adanya beberapa objek wisata baru unggulan yang dipersiapkan untuk mendukung program Ring of Beauty NTT diantaranya wisata alam, budaya, dan wisata rohani yang kini masi memerlukan penataan berlanjut sehingga bisa meningkatkan jumlah kinjungan wisatawan baik domestik maupun wisatawan mancanegara.

 Adapun beberapa laporan pencapaian yang tertuang dalam sambutan berupa kondisi infrastruktur jalan di kabupaten Belu, kegiatan dalam upaya pemulihan dampak ekonomi masyarakat akibat Covid-19 seperti Pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT), Bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS), Bantuan Sosial Tunai Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan Non DTKS serta bantuan non tunai berupa sembako. Pengendalian terhadap kelangkaan air bersih saat ini dengan adanya kerja sama dengan Kementerian PUPR melalui balai Pemukiman dan Prasarana wilayah NTT dimana telah dibangun Sitem Penyediaan Air Minum (SPAM) antara lain SPAM Weoe, Wekiar, Wefiar dan SPAM Molos Oan. Pemerintah juga mengakui bahwa keberadaan SPAM yang sudah ada saat ini masih sangat minim dan belum mampu untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kabupaten Belu hal ini dipengaruhi juga oleh faktor alam seperti curah hujan yag kurang sehingga pada musim kemarau debit air sangat berkurang.

Pada akhir pembacaan sambutan Camat Raihat juga mengajak masyarakat Raihat, para Kepala Desa  untuk saling mendukung, bahu membahu  membangun dari desa dalam wilayah kecamatan Raihat yang merupakan batas dan garis terdepan NKRI, membangun Raihat dan Rai Belu tercinta menuju Indonesia Maju tanpa batas dari perbatasan RI-RDTL. Kegiatan ini diakhiri dengan salaman dan foto bersama.

Sementara itu pada tempat dan waktu yang terpisah yakni pada pukul 11.00 Wita Tripika bersama undangan mengikuti upacara bendera secara online yang dilakukan di Istana Negara Jakarta bertempat di Ruang Rapat Camat Raihat. Penghormatan kepada Bendera dilakukan sesuai dengan petunjuk yang dikeluarkan. (Admin)

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan