Sosialisasi dan Pembentukan Kampung Keluarga Berencana di Desa Tohe

Foto: Evo Sosialisasi dan Pembentukan Kampung KB

Beisarinlo’o_tohe.desa.id. Bertempat di Kantor Desa Tohe Kecamatan Raihat, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Belu kembali menggelar Sosialisasi dan Pembentukan kampung Keluarga Berencana (KB) di Desa Tohe Kecamatan Raihat, Senin (17/12/2018).

“Kampung KB merupakan satuan wilayah setingkat RW, dusun atau setara, yang memiliki kriteria tertentu dimana terdapat perpaduan program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) dan pembangunan sektor terkait yang dilaksanakan secara sistematis”, papar Marcide M. Mauloko Kabid DPPKB Kabupaten Belu sebagai narasumber. Tujuan pembentukan Kampung KB di Desa Tohe untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui program KKBPK serta pembangunan sektor terkait dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas. Adapun prasyarat wajib pembentukan Kampung KB antara lain tersedianya data kependudukan yang akurat, adanya dukungan dan komitmen pemerintah daerah, dan partisipasi masyarakat yang berpartisipasi aktif.

Foto: Evo/ Peserta Sosialisasi dan Pembentukan Kampung KB di Desa Tohe

Hadir dalam acara tersebut, Tim sosialisasi Dinas DPPKB Kabupaten Belu, Kepala Desa Tohe, Kepala Puskesmas Raihat, Ketua TP-PKK Desa, Kader dan masyarakat desa. Kegiatan yang dimulai pada pukul 13.00 wita tersebut berlangsung lancar hingga pukul 18.00 wita.

Ruang lingkup pelaksanaan kegiatan di Kampung KB yang dibentuk meliputi kependudukan, keluarga berencana dan kesehatan reproduksi, ketahanan keluarga dan pemberdayaan keluarga (pembangunan keluarga), dan juga kegiatan lintas sektor seperti kegiatan di Bidang Pemukiman, Sosial Ekonomi, Kesehatan, Pendidikan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan sebagainya yang disesuaikan dengan kebutuhan wilayah di Kampung KB ini.

Kepala Puskesmas Haekesak, Erni Bele juga menyampaikan harapannya agar dengan dibentuknya kampung KB di desa yang langsung berdekatan dengan pusat kesehatan masyarakat di Kecamatan Raihat maka hendaknya pelayanan kepada masyarakat semakin baik. “Puskesmas Haekesak menurutnya paling mewah namun banyak ibu yang masih melahirkan di rumah”, Pinta Erni. Oleh karena itu dengan adanya program ini bisa meningkatkan kerjasama yang baik antara semua pihak terutama masyarakat bisa mengetahui dan sadar akan pentingnya persalinan dilakukan di rumah sakit untuk menekan resiko persalinan ibu dan anak. (Admin_Evo)

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan