Simulasi UNBK; Sekolah Belum ada Fasilitas Komputer, 209 Siswa Calon Peserta UNBK SMK St. Yosef Nenuk dan SMK Negeri Raihat Bergabung

tohe.desa.id, Meskipun Ujian Nasional (UN) baru akan dilaksanakan pada tahun 2019 mendatang namun berbagai persiapan telah dilakukan mulai dari sekarang dengan adanya Simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer.

Simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer ini diikuti oleh 209 siswa/i calon peserta UNBK yang merupakan gabungan dari dua sekolah STM Nenuk (126) siswa dan SMK Negeri Raihat (83) siswa. Kegiatan ini dilakukan secara bersama-sama di Laboratorium Komputer SMK St. Yosef  Nenuk selama dua hari tanggal 12 dan 13 Desember 2018.

Dra. Yustina Manu selaku Kepala Sekolah SMK Negeri Raihat ketika dikonfirmasi alasan sekolah bimbingannya harus melakukan simulasi dan UN di SMK St. Yosef  Nenuk lantaran di Sekolahnya belum tersedia fasilitas ujian yang memadai yakni Komputer dan Jaringan Internet.

SMK Negeri Raihat sendiri baru akan melakukan UNBK untuk pertama kalinya pada tahun 2019 sehingga berbagai persiapan dilakukan dimulai dengan ujian simulasi UNBK di sekolah yang ada fasilitas komputer.

Kegiatan simulasi ini dibagi dalam tiga sesi dengan menggunakan dua ruangan yang dimulai pada pukul 07.00 – 09.00 wita untuk sesi I, pukul 10.00 – 12.00 wita sesi II dan pukul 13.00 – 15.00 wita sesi III. Pelaksanan simulasi berjalan dengan tertib dan lancar, meskipun ada sedikit kendala pada sistem atau aplikasi simulasi UNBK pada sesi I hari pertama kemarin.

Simulasi ujian berlangsung tertib, lancar dan tidak ada masalah, ada beberapa komputer yang kurangpun sudah diantisipasi dengan penambahan sejumlah laptop untuk peserta dan ada yang sebagai cadangan apabila ada gangguan bisa siap digunakan, Ungkap Febby Proktor SMK St. Yosef Nenuk.

Belum memadainya fasilitas UNBK di SMK Negeri Raihat tidak menyurutkan semangat para guru dan siswanya melaksanakan UNBK yang akan terjadi pada tahun depan sehingga mereka harus rela pergi dan pulang menempuh jarak 40an kilo meter dari sekolah asalnya dengan menggunakan 2 buah pickup dan 4 unit bemo.

Juanina Lopez Martins salah seorang siswi SMKN Raihat Jurusan Komptensei Keahlian Agribisnis (KKA) dalam obrolannya mengatakan Ia merasa lega dan tidak khawatir lagi karena sebelum UN sudah ada simulasi sehingga sudah ada bayangan tentang Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Siswi itupun berharap supaya pada tahun berikutnya sekolahnya sudah bisa selenggarakan ujian sendiri sehingga siswa tidak lagi mabok mobil dalam perjalan bolak-balik.

Pihak sekolah berupaya agar pengalaman pergi pulang seperti yang mereka rasakan pada saat simulasi kali ini tidak terulang lagi sehingga direncanakan akan menginap di lokasi UN pada saat pelaksanaan UNBK pada bulan Maret 2019. Selain waktu dan biaya yang besar pertimbangan keselamatan menjadi hal penting yang juga dievaluasi karena harus mobilisasi banyak siswa. Oleh karena itu, Kasek juga mengharapkan agar Pemerintah bisa melengkapi fasilitas yang sangat dibutuhkan untuk pelaksanaan UNBK di sekolah sendiri yakni  SMK Negeri Raihat. (Adm_Evo)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan