DISKOMINFO Belu Gelar FGD Tentang Laporan Akhir Rencana Induk Teknologi Informasi dan Komunikasi (RITIK)

Dinas Kominfo Belu; FGD Laporan Akhir RITIK Kabupaten Belu

Atambua_tohe.desa.id. Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belu menggelar Focus Group Discusion (FGD) Tentang Laporan Akhir Rencana Induk Tekonologi Informasi dan Komunikasi Pemerintah Kabupaten Belu 2019 – 2023 di Lantai I Kantor Bupati Belu, Rabu (17/10). Turut hadir Sekda Belu Drs. Petrus Bere, Kepala Bidang Infrastruktur dan Teknologi Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belu, Djitro DJ. Muskanan, S.sos, Tenaga Ahli IT PT. Sisarti Baksya Asasta Bandung, Yasmi Afrizal, Pimpinan OPD, Pimpinan PT. Sisarti dan Team, Para Camat dan Lurah yang menjadi sampel Survey.

Pelaksanaan FGD bertujuan meningkatkan mutu layanan publik melalui pemanfaatan teknologi IT dalam proses penyelenggaraan pemerintahan; Perbaikan organisasi, system manajemen, dan proses kerja pemerintahan; Terciptanya koordinasi, integrasi, sinkronisasi dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian e-government; Meningkatkan kinerja pemerintah Kabupaten Belu terutama dalam penyajian data kinerja yang valid dan akuntabel.

Dalam sambutan tertulis Bupati Belu, Sekda Belu menjelaskan bahwa Rencana Induk Teknologi Informasi dan Komunikasi (RITIK) adalah sebuah dokumen (Cetak Biru) yang disusun dalam rangka terbangunnya strategi dan arah bagi peningkatan, pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam sebuah organisasi. “Dokumen RITIK ini pula dalam organisasi pemerintahan bahkan sering terabaikan, padahal nilai investasi untuk penyelenggaraan sistem dan jaringan IT sangat mahal dan terjadinya kecenderungan bahwa teknologi yang dimiliki cepat usang, sehingga butuh kecermatan yang tinggi dalam perencanaan-nya. Tanpa RITIK, pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi cenderung berjalan sendiri-sendiri dan tidak terintegrasi bahkan terduplikasi yang pada akhirnya data aplikasi dan infrastruktur pada masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.

Sambutan dan arahan oleh Sekda Belu Drs. Petrus Bere, pada FGD RITIK Belu

Pemerintah Daerah Kabupaten Belu ke depan, ungkap Sekda Bere; bahwa akan terus berupaya menjawab tantangan tersebut melalui sebuah rencana strategis pengembangan dan pemanfaatan jaringan TIK di kabupaten Belu. “Pemerintah Daerah Kabupaten Belu sangat merasakan bahwa pentingnya keberadaan Teknologi Informasi dapat dimanfaatkan secara Tepat, Efektif dan Efisien bagi OPD di dalam melaksanakan tupoksinya. Optimalisasi pemanfaatan kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah sebuah upaya yang dilakukan dan menjadi kebutuhan Pemerintah Daerah dalam rangka proses transformasi menuju E-Government, Oleh karena itu sangat dibutuhkan kemampuan sumber daya manusia di dalam mengelola, menyalurkan dan mendistribusikan informasi maupun layanan publik serta menyederhanakan akses informasi secara terintegrasi dan aman di kalangan OPD Pemerintah Daerah Kabupaten Belu,” jelasnya.

Sambung Sekda, tahapan pengembangan dan implementasi yang hendak diwujudkan ke arah penyelenggara E_Government melalui survei RITIK yang dikerjakan mencakup 4 (Empat) aspek, yakni aspek kelembagaan yaitu Bagaimana mengkaji dan merumuskan kebijakan OPD bagi pejabat dan pengelola TIK, Profil SDM yang dibutuhkan, Sosialisasi dan Edukasi yang harus dilakukan, karir dan jabatan fungsional, koordinasi dan konsolidasi secara reguler, maupun audit dan evaluasi bidang TIK yang harus diikuti. “Ditinjau dari aspek kebijakan dan perencanaan antara lain dibutuhkan adanya penyusunan rencana tahunan pengembangan dan penyusunan kebijakan tata kelola TIK yang meliputi struktur dan proses tata kelola TIK, penyusunan dokumen standar tata kelola dan informasi, maupun dokumen standar keamanan informasi, standar operasional prosedur (SOP), manual penggunaan aplikasi, penyusunan standar manajemen resiko, penyusunan dokumen standar Disaster Recovery Plan dan rencana induk E-Government kabupaten Belu Tahun 2022 – 2027,” tukasnya.

Ditinjau dari aspek infrastruktur dan jaringan antara lain adanya upaya optimalisasi dan pengadaan perangkat jaringan bagi setiap OPD, pengadaan perangkat jaringan antara OPD yang aman dan terintegrasi, perawatan dan upgrading jaringan, data senter dan aplikasi yang berbasis Cloud serta penyediaan akses internet publik.
“Ditinjau dari aspek pemanfaatan aplikasi, diharapkan bahwa dengan adanya survey ini kiranya dapat dikembangkan proses pembuatan Metadata dan database sumber daya informasi pembangunan yang komprehensif, pembuatan dan pengembangan modul aplikasi otomatisasi sistem informasi manajemen pemerintahan, fasilitasi dan edukasi aplikasi E-Office, layanan online masyarakat, monitoring dan evaluasi pengembangan konten daftar informasi publik, serta pengembangan aplikasi layanan one stop service yang terintegrasi dan sejumlah aplikasi lainnya sesuai kebutuhan pokok Pemerintah Kabupaten Belu,” terangnya.

Peserta FGD RITIK Kabupaten Belu

Lanjut Sekda, penyelenggaraan FGD Rencana Induk Pengembangan TIK yang melibatkan para pimpinan OPD, para Camat dan Lurah yang menjadi sampel survey akan mendapat masukan gagasan maupun ide-ide konstruktif dalam rangka menghasilkan sebuah perencanaan TIK yang benar-benar dapat dipakai sebagai acuan maupun pedoman bagi terwujudnya penyelenggaraan E-Government di Kabupaten Belu untuk 5 tahun ke depan. (pkpsetdakabupatenbelu).

Reporter/Foto : Iryanto Tlonaen

Editor: Admin_Evo

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan