Cerita Bangga Gadis Tohe, pada Open Ceremony Asian Games 2018

JAKARTA-tohe.desa.id. Waktu bergulir bgtu cepat, hingga saya pun tidak sadar kalau sudah berada dalam titik pusat Asean Games 18/08/2018, titik di mana sya menjadi salah satu bagian dri Ceremony Asian Games 2018.

Open Ceremony Asian Games 18

Saya bangga menjadi anak indonesia, Saya bangga menjadi anak Nusantara, dan sya lebih bangga Menjadi anak Belu. Karena Belu saya bersama ke-24 Sahabat saya (Fatma, Dewy, Any, Iren, Itha, Cindy, Lindah, Ovy, Yani, Robby, Jedas, Mikael, Yopy, Finsen, Catrin, Elen, Nia, Evy, Ika, Lisa, Angel, Rinny, Santhy, Felly) di antaranya terdiri dari 20 orang putri sebagai penari Likurai dan 5 orang putra sebagai peronggeng di Acara CEREMONY ASIAN GAMES 18 dan saya salah salah dari penari Likurai.

Banyak hal yang telah saya lalui baik itu susah maupun senang, perjuangan panjang yang saya lewati selama kurang lebih 2 bulan saya berjuang, dan berlatih bersama teman2 saya di Kota saya berusaha untuk tetap ada dalam posisi sebagai penari, sehingga bisa mempertunjukan bahwa ternyata kami bisa menjadi bagian dari ajang kegiatan nasional ini.

Terima Kasih Belu Karena jasamu saya berada di titik pusat ini. Terima kasih bapak Bupati Belu bersama bapak Wakil Bupati yang telah memberikan kesempatan dan selalu memberikan suport kepada kami peserta. Terima kasih kepada bapak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu dan juga bapak Kabid Kebudayaan bapak Pius Fahik sebagai pendamping kami.
Terima kasih kepada Kepala Sekolah saya bapak Yanuarius Wadan, S.Pd yang telah memberikan izin, restu serta suport kepada saya untuk bisa menjadi pelaku dan saksi dari pada kegiatan bersejarah ini. Dan terkhusus pada bapa dan mamaku tersayang, keempat saudaraku tersayang, Keluarga serta sahabat kenalan yang slalu mendukung saya. Terima Kasih TUHAN YESUS.

 

Cerita dan Foto: Stefania Seran

Editor: Admin

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan