Pentas Seni Warga Desa Tohe Ramaikan HUT-RI ke 73

Foto: Evo/Pentas Seni Tari Likurai dengan Formasi Huruf dan Angka: HUTRI 73 asal Desa Tohe-Belu

Wemori-tohe.desa.id. Kamis (16/08/2018), Malam penantian di Hari Ulang Tahun Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke 73, seakan menjadi tradisi bagi masyarakat di Kecamatan Raihat untuk bergembira bersama. Pada malam ini bertempat di Lapangan umum Wemori, Desa Tohe, ribuan masyarakat berdatangan baik dari dalam desa maupun luar desa dalam wilayah kecamatan menantikan hari raya nasional tahunan yang dilaksanan pada setiap tanggal 17 Agustus. Malam Kesenian, itulah malam yang dinanti-nantikan seluruh masyarakat. Pentas seni dan budaya daerah berupa tebe dan likurai, perlombaan dan hiburan bersama (dance, goyang Dj) menjadi sajian bebas bagi seluruh warga yang berkumpul di tempat ini.

Foto: Evo/ Personil Pentas Seni Likurai Desa Tohe ketika Pose bersama Camat Raihat (Tengah), Kepala Desa Tohe (Kiri) dan Pengawas TK/SD Kec. Raihat (Kanan)

Namun dibalik keramaian malam ini, ternyata ada yang menjadi tidak lazim karena pada perlombaan pentas seni malam ini berupa Tebe dan Likurai yang sedianya menjadi perlombaan antar desa (6 desa) tidak bisa berjalan sesuai rencana dikarenakan tidak semua peserta hadir mengikuti kegiatan, peserta lomba hanya dari satu desa yakni Desa Tohe sementara kelima desa lainya absen tanpa alasan, sehingga perlombaan ini berubah menjadi pentas seni biasa dengan tetap menampilkan tarian likurai dan tebe khas desa Tohe.

https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Belu

Foto: Evo/ Peserta Pentas Seni Tebe asal Desa Tohe saat memasuki panggung pementasan

https://www.mirwans.com/2016/03/mau-menari-tebe-yuk-jalan-jalan-ke-nusa.html

Semarak kegembiraan berlangsung tanpa halangan. Kegiatan malam kesenian inipun berlangsung meriah hingga waktu yang telah ditentukan oleh panitia atas persetujuan Camat Raihat. (Adm_Evo Suri)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan