Budi Daya Ikan Air Tawar Kelompok “KUAK AIN” Kroek Tabur 1000 Ekor Benih Nila

Foto: Evo/Budidaya Ikan Nila Super di Cekdam Kroek

Kroek-tohe.desa.id. Cekdam Kroek yang selama ini menjadi ikon “Sauh Ikan” Panen Ikan tahunan secara bersama-sama bagi masyarakat desa Tohe dan sekitarnya hingga kini belum mendapat perhatian dan juga belum dimanfaatkan sepenuhnya oleh masyarakat untuk membudidayakan ikan air tawar. Selama ini ikan yang dipanen adalah ikan yang sudah dilepas oleh sebagian orang beberapa tahun silam hanya untuk kebutuhan panen tahunan. Ketersediaan sumber daya alam air yang melimpah dan belum dimanfaatkan selama ini menjadi peluang usaha baru bagi kelompok pembudidaya ikan air tawar “Kuak Ain” yang hari ini (Jumat, 13/04/2013) secara swadaya dan sukarela mendonasikan uang demi membeli benih ikan air tawar jenis Nila Super untuk dikembangbiakkan di cekdam Kroek, Dusun Kotakfau-Desa Tohe, Kecamatan Raihat- Belu.

Foto: Evo/Penyerahan Benih Ikan Nila Super oleh PPL Perikanan Kab. Belu kepada Kelompok “Kuak Ain” Kroek

Ketua Kelompok Benyamin Suri bersama anggotanya bertekad untuk serius memelihara 1000 benih ikan yang hari ini dilepaskan dan berupaya semaksimal mungkin sehingga bisa mendapatkan tambahan benih ikan untuk dibudidayakan. Tujuan dari budidaya ikan ini agar masyarakat sekitar bisa mendapatkan penghasilan tambahan ketika menjual ikan, menarik perhatian pemerintah setempat agar cekdam ini bisa ditata dan dikelola oleh masyarakat, dan menjadikan cekdam Kroek sebagai salah satu wisata pemancingan bagi masyarakat yang berkunjung.

Kelompok yang berjumlah lima belas orang dan didampingi satu orang PPL Perikanan ini pun akan mulai menata cekdam ini dengan mulai membuat pagar keliling dan lopo-lopo sehingga bisa menarik minat pengunjung ke tempat ini.

Diharapkan juga kepada masyarakat sekitarnya untuk mendukung inisiatif dan upaya yang sudah ditanamkan oleh anggota kelompok sehingga pada waktu-waktu yang akan datang masyarakat tidak lagi secara bebas memanen ikan secara bebas tanpa pungutan pada acara atau ritual “Sauh Ikan”, tetapi masyarakat bisa berkunjung sekedar menikmati keindahan alam sekitar dan menyalurkan hobi lewat memancing dengan cara membeli karcis dengan tarif yang belum ditetapkan. (Admin_Evo)

Facebook Comments

1 Comment

Tinggalkan Balasan