Pelatihan Pengolahan Pasca Panen bagi Masyarakat Desa Tohe

Beisarinlo’o-tohe.desa.id. Pemerintah Desa Tohe Bekerja sama dengan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Rahmat Sejati Atambua menyelenggarakan Pelatihan Pasca Panen dan Pengolahan Hasil yang merupakan langkah strategis Pemerintah Kabupaten Belu, bagi peningkatan kesejahteraan petani serta terciptanya sumberdaya manusia dan lapangan kerja di desa yang handal dan mampu bersaing melalui penguasaan/penggunaan teknologi pasca panen dan pengolahan hasil pertanian yang ditunjang dengan strategi pemasaran yang tepat, sehingga pada akhirnya mampu mandiri dan sejahtera melalui pengembangan usaha pertanian berwawasan agribinis (Rabu, 27/12/2017) bertempat di Kantor Desa Tohe-Beisarinlo’o.

Pelatihan dimulai sekitar Pukul 09.30 Wita hingga selesai pada Pukul  15.00 Wita dengan peserta yang diikuti oleh para ibu rumah tangga sebanyak 30 orang dari utusan tujuh dusun di wilayah pemerintahan Desa Tohe. Pelatihan hari ini difasilitasi oleh Pemerintah Desa Tohe yang bekerja sama dengan LKP Rahmat Sejati Atambua dengan nara sumber utamanya Ibu Elok Wahyu Hidayat-Staf Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Belu. Kegiatan ini juga didampingi langsung oleh Ketua TP.PKK Raihat- Ny. Maria G. Talas dan Pj. Kepala Desa Tohe- Ny. Agustina Moin, S.Sos.

Foto: Evo/Pelatihan Pengolahan Pascah Panen Bagi Masyarakat Desa Tohe

Adapun tujuan dari pada pelatihan ini guna memperkenalkan Teknologi Pengolahan Hasil Panen kepada masyarakat dan mengimplementasikan Teknologi Tepat Guna (TTG) kepada masyarakat, sehingga masyarakat bisa memanfaatkan potensi hasil pertanian yang ada di desa demi tercapainya peningkatkan ekonomi bagi masyarakat desa. Pelatihan Pengolahan ini menggunakan hasil panen masyarakat yang ada di desa seperti pisang, ubi kayu, ubi jalar, labu, dan beberapa hasil panen lainnya yang merupakan potensi alam masyarakat yang selama ini belum diolah untuk tujuan ekonomis.

Foto: Evo/Pengolahan Hasil Pertanian bagi Masyarakat Desa Tohe

Kegiatan pelatihan ini akan dilakukan secara berkelanjutan demi membina dan menumbuhkan kreatifitas masyarakat desa untuk memanfaatkan teknologi dan potensi-potensi hasil pertanian yang ada di desa ini, sehingga masyarakat mampu menciptakan suatu lapangan kerja sendiri dan memiliki daya saing tinggi dalam menjual suatu produk masyarakat atau produk lokal skala desa. Usai pelatihan tersebut peserta mendapatkan tambahan materi dan pengetahuan yang akan dipraktekkan di rumah maupun kelompok masing-masing, sehingga peserta juga mengharapkan agar kegiatan pelatihan seperti ini bisa dilanjutkan pada waktu-waktu mendatang dengan menggunakan bahan atau hasil alam lain yang memiliki nilai jual tinggi. (Adm_Evo)

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan