Hasil Panen Ubi Ungu di Lahan BP3K Haekesak

Foto: Hendrik Seran/Hasil Panen Ubi Ungu (Ipomea Batatas Poiret) di lahan pertanian BP3K Haekesak Kec. Raihat Kab. Belu

Haekesak-tohe.desa.id. Ubi Ungu dengan nama ilmiahnya (Ipomea Batatas Poiret) dikenal sebagai bahan makanan yang bisa diolah menjdi berbagai jenis makanan yang sedap seperti kue, minuman, kripik, es krim dan menjadi salah satu bahan makanan lokal di desa Tohe. Ubi ini merupakan program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Belu periode 2015-2019.

16711497_170846390080303_463447373055736783_n
Foto: Hendrikus Seran/Hasil Panen Ubi Ungu di Lokasi pertanian BP3K Haekesak Kec. Raihat Kab. Belu.

Bibit Ubi yang diterima dan ditanam pada bulan Oktober tahun 2016 lalu  yang saat ini dipanen merupakan hasil panen pertama tepat pada tanggal 14 Februari 2017 pada lahan BP3K Haekesak Desa Tohe Kec. Raihat Kab. Belu. Selain ubi ungu di lahan pertanian ini juga ditanam berbagai tanaman seperti jagung, cabai rawit dan pepaya Delima Merah.

Kedepan masyarakat diharapkan untuk fokus mengembangkan ubi ungu karena selain sebagai bahan makanan lokal jenis ubi yang satu ini mempunyai nilai jual dengan harga yang menjanjikan bagi para petani untuk menambah penghasilan. Banyaknya manfaat dan kasiat dari tanaman ubi ungu menjadi salah satu peluang usaha bagi masyarakat di desa yang akan menekuni usaha ini.

Manfaat ubi ungu juga bisa digunakan untuk merawat kecantikan kulit agar penampilan selalu cerah dan cantik. Misalnya kandungan karotenoid yang ada pada ubi ungu sangat efektif sebagai anti-aging atau anti penuaan dini karena zat ini akan bekerja melawan radikal bebas pada tubuh untuk meningkatkan imunitas. Tidak hanya itu, kandungan vitamin C yang sangat tinggi pada ubi jalar akan memproduksi kolagen dalam tubuh sehingga berperan aktif menjaga kekencangan kulit dan tidak mudah keriput. (Adm/Sury Evo)

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan