Potensi Cabai/Lombok jadi Trend Petani di Desa Tohe

Petani Lombok sedang Panen
Petani Lombok sedang Panen. Foto: Evo

Cabai/Lombok  (Kunus = tetun terik/Aimanas= tetun portu) yang lazim diungkapkan masyarakat setempat saat ini menjadi trend potensi bertani masyarakat di Desa Tohe.

Cabai merah atau lombok merah (Capsium annum L.) merupakan tanaman hortikultura sayur-sayuran/buah musiman untuk rempah-rempah, yang di dubutuhkan oleh seluruh lapisan masyarakat sebagai penyedap masakan dan penghangat badan. Kebutuhan terhadap mata pencaharian ini semakin meningkat sejalan dengan makin bervariasinya jenis dan menu makanan yang memanfaatkan produk cabai. Selain sebagai rempah-rempah cabai merupakan salah satu usaha yang dapat mendatangkan keuntungan bagi petani dan pengusaha cabai di Desa Tohe. Karena selain untuk memenuhi kebutuhan dalam daerah juga termasuk usaha yang mempunyai peluang pemasaran ekspor ke luar daerah bahkan negara tetangga kita seperti Timor Leste.

Pada umumnya tanaman cabai merah dapat di tanam di daerah dataran tinggi maupun dataran rendah, yaitu lebih dari 500 – 1200 m di atas permukaan laut, yang terdapat di seluruh Indonesia terutama di Pulau Jawa. Meskipun luasan lahan yang cocok untuk cabai masih sangat luas, tetapi penanaman cabai di dataran tinggi masih sangat terbatas. Pengembangan tanaman cabai merah, lebih diarahkan ke areal pengembangan dengan ketinggian sedikit di bawah 800 m di atas permukaan laut. Terutama pada lokasi yang air irigasinya sangat terjamin sepanjang tahun. Di kawasan ini lombok sering ditanami dengan tanaman lain seperti ubi kayu/singkong/ubi jalar, sayur-sayuran ataupun buah-buahan yang juga memiliki nilai ekonomisnya.

Hal ini membuat masyarakat yang ada di Desa ini lebih rajin dan giat dalam melakukan kegiatan menanam cabai/lombok. Selain untuk menanam padi sebagian lahan kering digunakan khusus untuk menanam lombok/cabai. Dengan alasan keuntungan yang didapatkan lebih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hasil yang didapatkan dari para petani inipun mencapai puluhan juta rupiah untuk satu kali periode tanam dalam setahunnya.

15138525_10206113813483508_5591972370637539314_o
Pak Yusran lagi asyk panen  Kunus/Aimanas bersama petani. Foto: Evo/Tohe Broadband

15129635_10206113820243677_8941487483819604255_o

Nahhh saking senangnya melihat buah lombok yang segar dan rimbun bapak ini tidak sungkan-sungkan ikut ambil bagian untuk mencoba panen lombok, namanya kren brow Yoesran beliau adalah Bhabin Kantibmas di Desa Tohe. Awalnya susah juga, satu per satu diambil buah lombok yang sudah matang/berwarna merah. Ikutan yukkkkkk……

 

2 Comments

Tinggalkan Balasan