Panen Simbolis Padi Impari 6 di Talilaran-Desa Tohe

15195955_10206113663319754_5000057115927035757_o
Kegiatan Panen Simbolis di Desa Tohe. Foto: Evo_Tohe Broadband

15069130_10206113664319779_1761546787398265811_o

 

TOHE BROADBAND. Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu mengikuti acara panen padi secara simbolis di Talilaran, Desa Tohe, Kacamatan Raihat. Selasa (22/11/2016).

Dalam acara panen padi ini, dihadiri Kepala Dinas Pertanian Yeremeas Taek, Rombongan Tim BP2TP Propinsi NTT, Babinsa dan Bhabin Kantibmas  desa Tohe, Sekdes bersama Staf, Ketua BPD Tohe,  Tokoh Masyarakat, Ketua dan Anggota Kelompok Tani dan masyarakat setempat.

Padi dengan varietas Impari 6 yang ditanam di areal persawahan dengan ukuran seluas kurang lebih satu hektar oleh bapak Nus Fallo pemilik sawah, merupakan salah satu jenis padi varietas baru yang dikenalkan kepada masyarakat/kelompok tani untuk dikembangkan di desa ini. Kegiatan ini dimulai dengan penyerahan sabit dan pemotongan batang padi secara bersama yang kemudian dilanjutkan dengan sesi dialog bersama para kelompok tani dan santap siang bersama.

Dalam laporan kepala BPP Kecamatan Raihat “Ini adalah musim panen kedua untuk tanaman padi di desa Tohe dengan pendapatan rata-rata per hektarnya adalah 4 sampai 5 ton/hektar, sedangkan pada musim tanam pertama pendapatan bisa mencapai 9 ton/hektarnya” ungkap Seran Hendrikus, ST.  Lihat Refrensi dan penjelasan jenis padi Impari 6 di https://ceritanurmanadi.wordpress.com/2011/04/04/sms-tausiyah/.

15195970_10206113670079923_5716970825785393235_o
Kadis Pertanian Yeremias Taek pada acara Panen Padi Simbolis di Desa Tohe. Foto: Evo

Ucapan terima kasi juga disampaikan oleh Kadis kepada masyarakat desa Tohe dan desa Asumanu yang tetap berusaha untuk menanam padi pada musim panas. Beliau dengan guyon mengatakan “tanam padi di musim panas itu aneh tetapi kalo sampai mendapatkan hasil seperti ini sangat luar biasa”.

Masyarakat juga mengeluhkan kurangnya air pada musim ini sehingga hasil panen kurang memuaskan. Selain itu masalah pupuk juga menjadi kendala utama untuk para petani. Jika dilihat secara teliti maka desa ini merupakan lahan basah karena memiliki 10 titik sumber air yang selalu mengalir ke areal persawahan ini. Namun akibat aliran dari beberapa sumber air ini belum dikelola dengan baik maka masyarakat pun masih merasakan kekurangan itu.  Sehingga harapannya adalah air yang terbuang-buang sekirannya dibendung terlebih dahulu dengan membuat sebuah bendungan pada titik-titik yang merupakan pertemuan air beberapa sumber itu.

15194503_10206113689160400_5316401279091343559_o

Acara Panen Simbolis di Desa Tohe
Acara Panen Simbolis di Desa Tohe. Foto: Evo

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan