Gali Irigasi yang tertimbun Masyarakat Desa Tohe kerja secara Gotong Royong

       (Tohe Broadband), Kepala Desa Tohe Emanuel Besin, bersama TNI dan masyarakat Desa Tohe, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu-NTT secara gotong royong berusaha untuk menggali kembali saluran irigasi Maubusa-Kakeutuan yang selama ini tertimbun akibat luapan banjir Mota (kali) Talau pada Selasa 19 April 2016 kemarin.

       Proaktif Pemerintah
Desa melaksanakan Kegiatan Gotong Royong bersama masyarakat menggali kembali
saluran irigasi ini dikarenakan hampir seluruh areal persawahan tahun ini tidak
digarap oleh petani yang dikarenakan oleh kurangnya pasokan air. Ada beberapa
petani yang berusaha garap dengan bantuan air hujan namun dapat dipastikan akan
gagal panen akibat curah hujan yang tidak stabil bahkan ada tempat tertentu
yang sama sekali tidak mendapatkan hujan. Oleh karena itu padi yang sudah
ditanam mengalami kekeringan dan tanamanpun mati kembali. Sebelumnya petani
yang bekerja sawah di area Beisarinlo’o, Malitoba Au, Kakeutuan dan Lobus
mendapatkan pasokan air dari irigasi Bendungan Maubusa, Irigasi Webot, Mota Wesanis, dan bantuan air hujan.

       Irigasi ini sudah
terputus sejak tiga tahun lalu, dan belum mendapat perhatian serius dari
Pemerintah baik Pemerintah Desa maupun Pemda setempat sehingga masyarakat yang
sebelumnya menanam padi beralih menanam tanaman seperti jagung, ubi kayu,
talas, ubi jalar, dan Lombok dengan bantuan air hujan saja karena air dari
irigasi tidak bisa memenuhi kebutuhan para petani. Tahun ini kami tidak buat sawah jadi kami berusaha gali kembali
irigasi yang tertimbun secara sama-sama/gotong royong saja, karena kalo tunggu
pemerintah bantu pasti masi lama, kami yang datang ini semuanya ada lahan sawah
tapi kering karena air tidak ada. Maka kami harap usaha yang hari ini kami
kerja pemerintah bisa tindak lanjuti. Kami juga akan lanjutkan pekerjaan ini
pada hari Kamis besok.
Kata salah satu warga Ambrosius Besin yang juga
adalah Kepala Dusun Haekesak dalam wawancara Tim Broadband Desa Tohe.

       Tim Brodband Desa
Tohe memperkirakan saluran irigasi yang terputus kurang lebih 1,5 kilo meter. Jika
dibenahi saluran ini maka para petani sawah tidak akan mengalami kekurangan air
untuk mengairi sawah karena pantauan kami air yang bersumber dari Bendungan
Maubusa ini sangat banyak dan terbuang begitu saja karena terputusnya saluran
irigasi ini. Masyarakat bisa kerja jika ada air untuk mengairi sawah sehingga tidak
terjadi pengangguran dalam masyarakat desa.

       Harapan bersama masyarakat
kiranya pekerjaan yang sudah dimulai ini menjadi titik awal bagi Pemerintah
untuk melanjutkan pekerjaan selanjutnya, agar masyarakat bisa menanam padi karena
secara umum masyarakat Desa Tohe bermata pencaharian sebagai petani sawah. Jika
dibayangkan ketika banyak lahan persawahan masyarakat ini tidak digarap maka
pasokan beras di Desa Tohe akan berkurang dan masyarakat akan memiliki
ketrgantungan besar pada bantuan beras miskin (Raskin). Evo

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan